Pengaruh Lingkungan Terhadap Kepribadian

Pengaruh Lingkungan Terhadap Kepribadian

 

Sahabat mulia, Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Jika kau ingin mengenali seseorang, maka lihatlah siapa temannya”. Hal ini jelas menerangkan kepada kita bahwa teman atau lingkungan sangat mempengaruhi sifat dan kepribadian kita. Karena secara tidak langsung kita akan mengikuti kebiasaan dan sifat segala hal yang ada di sekitar kita.

Jika kita bergaul dengan para pemabuk, penjudi, pezina, dan lain-lain. Walupun kita tidak ikut mabuk, berjudi, atau berzina tapi kira ridha atas perbuatan yang mereka lakukan. Maka kita pun tidak ada bedanya dengan mereka. Dan tanpa sadar, orang-orang pun akan menggap kita adalah bagian dari mereka. Bahkan sedikit demi sedikit, sejengkal demi sejengkal kita akan mulai mengikuti tingkah mereka.

Kita bisa ambil contoh sebuah cerita yang begitu mahsyur dan terkenal tentang kisah berikut. Diceritakan ada satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang anak laki-laki yang masih bayi sedang menumpuh perjalanan berlibur menggunakan pesawat. Pada awalnya semua terlihat normal dan tanpa kendala, namun di tengah perjalanan yang begitu menyenangkan tiba-tiba pesawat mengalami kecelakaan di sebuah hutan. Sang ayah dan ibu pun meninggal, tinggallah bayi laki-laki itu dalam keadaan menangis. Tak lama kemudian, datanglah seekor gorila besar yang menyelamatkannya. Dia diurus sebagaimana anaknya sendiri, dibesarkan dan di didik dengan sifat-sifat ‘kegorilaan’, hingga ia tumbuh dewasa dengan semua sifat itu. Ya, itulah kisah tentang tarzan.

Kebanyakan orang hanya terkagum oleh seorang anak yang di didik oleh gorila, yang kemudian tumbuh dan berkembang menjadi raja hutan yang sanggup mengalahkan binatang-binatang buas. Padahal dari kisah ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa lingkungan memang sangat mempengaruhi sifat dan karakter seseorang. Jika seseorang tumbuh di lingkungan gorila, maka dia juga akan memiliki sifat-sifat seperti gorila. Jika seseorang tumbuh dan berkembang di lingkungan yang baik, maka dia juga akan tumbuh dan berkembang dengan sifat-sifat kebaikan itu tadi.

Untuk itu kita perlu memilih lingkungan pergaulan dan teman-teman yang baik sehingga kita juga ikut dalam kebaikannya. Hal ini sesuai dengan sabda rasulullah berikut:

“Perumpamaan teman duduk yang shalih dan teman duduk yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan perapian tukang besi, tidak boleh tidak akan kamu dapati dari penjual minyak wangi itu, boleh jadi kamu membelinya atau mencium bau harumnya, sedangkan perapian tukang besi (bisa) membakar badanmu atau pakaianmu, atau kamu mencium bau busuknya”. [HR. Bukhari ]

Sebagai penutup, seorang bijak pernah berkata, “Seekor singa jika dibesarkan oleh domba, maka dia akan menggap bahwa dirinya adalah domba dan mengembik sebagaimana domba mengembik pada umumnya sampai dia menyadari bahwa dia adalah singa. Karena itu, bangkitlah kalian wahai singa-singa Allah, tinggalkan lingkungan yang membunuh sifat kegagahanmu. Kenalilah dirimu sendiri dan mulai mangsa mereka!”

 

Penulis : Ahmad Taufik