Info Sekolah
Friday, 09 Dec 2022

Pahala Sholat Berjamaah di Masjid: Memakmurkan Masjid

Diterbitkan :

 

Pahala Sholat Berjamaah di Masjid: Memakmurkan Masjid – salah satu cara memakmurkan masjid yaitu shalat di dalamnya.

Allah Ta’ala berfirman:

{مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَنْ يَعْمُرُوا مَسَاجِدَ اللَّهِ شَاهِدِينَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ بِالْكُفْرِ أُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ وَفِي النَّارِ هُمْ خَالِدُونَ. إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ}

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah yang termasuk golongan orang-orang yang selalu mendapat petunjuk (dari Allah Ta’ala)” (QS At-Taubah: 18).

Pahala Sholat Berjamaah di Masjid: Memakmurkan Masjid – Sabda Rasululloh tentang pentingnya sholat berjamaah di masjid terutama bagi laki-laki. Sebuah hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu beliau berkata:

أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ أَعْمَى فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّيَ فِي بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلَاةِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَجِبْ

Ada seorang yang bermata buta -dari kalangan sahabat Nabi- mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, aku tidak memiliki orang yang menuntunku untuk mendatangi masjid.” Laki-laki tersebut meminta kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar diberi keringanan untuk shalat di rumahnya. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun memberikan keringanan kepadanya. Ketika laki-laki tersebut berpaling, Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memanggilnya kembali dan bertanya, “Apakah kamu mendengar adzan panggilan untuk shalat?” Laki-laki tersebut menjawab, “Ya.” Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Kalau begitu, jawablah (datanglah ke masjid untuk shalat berjamaah)!” (HR. Muslim)

Hendaknya mempersiapkan diri untuk sholat berjamaah di masjid. Hadits Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِ فَلاَ صَلاَةَ لَهُ إِلاَّمِنْ عُذْرٍ

“Barangsiapa yang mendengar panggilan adzan kemudian dia tidak mendatanginya maka tidak ada shalat baginya kecuali karena udzur.” (HR. Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan yang lainnya)

Sangat penting melaksanakan sholat berjamaah di masjid dan simak hadits Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِالصَّلَاةِ ، فَتُقَامَ ، ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ، ثُمَّ أَنْطَلِقَ مَعِي بِرِجَالٍ مَعَهُمْ حُزَمٌ مِنْ حَطَبٍ إِلَى قَوْمٍ لَا يَشْهَدُونَ الصَّلَاةَ ، فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ بِالنَّارِ

“Aku ingin sekali memerintahkan untuk ditegakkan shalat kemudian aku memerintahkan seseorang untuk mengimami manusia. Kemudian aku berjalan bersama berapa orang pembawa kayu bakar untuk mendatangi kaum yang tidak menghadiri shalat berjamaah. Kemudian aku bakar rumah-rumah mereka dengan api.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits yang dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

صَلاَةُ الرَّجُلِ فِي الْجَمَاعَةِ تُضَعَّفُ عَلَى صَلاَتِهِ فِي بَيْتِهِ وَفِي سُوْقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِيْنَ ضَعْفًا

“Shalat seorang laki-laki dengan berjamaah dilipatgandakan pahalanya dua puluh lima kali lipat dibandingkan shalatnya di rumah dan di pasarnya.”

Lalu dijelaskan oleh Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

وَذَلِكَ أَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوْءَ، ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لاَ يُخْرِجُهُ إِلاَّ الصَّلاَةُ، لَمْ يَخْطُ خُطْوَةً إِلاَّ رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ، وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيْئَةٌ، فَإِذَا صَلَّى لَمْ تَزَلِ الْمَلاَئِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا دَامَ فِي مُصَلاَّهُ: “اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ، اَللّهُمَّ ارْحَمْهُ،” وَلاَ يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِيْ صَلاَةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلاَةَ.

“Karena jika dia berwudhu’ lalu menyempurnakan wudhu’nya. Kemudian keluar menuju masjid hanya untuk shalat. Maka tidaklah ia melangkah kecuali dengan satu langkah itu derajatnya diangkat. Dan dengan langkah itu satu kesalahannya dihapuskan. Jika dia shalat, maka Malaikat senantiasa mendo’akannya selama dia berada di tempat shalatnya: ‘Ya Allah, selamatkanlah dia. Ya Allah, rahmatilah dia.’ Salah seorang di antara kalian senantiasa dalam shalat selama dia menunggu shalat.”

Diantara hadits yang juga menjelaskan tentang keutamaan atau pahala besar dari shalat di masjid adalah Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ ، ثُمَّ مَشَى إِلَى صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ فَصَلَّاهَا مَعَ الْإِمَامِ ، غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ

“Barangsiapa yang berwudu kemudian menyempurnakan wudhunya, kemudian dia berjalan untuk shalat wajib. Kemudian dia shalat bersama imam, maka dosa-dosanya diampuni. (Shahih Ibnu Khuzaimah)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar

Pesantren Tahfid Ar-rasyid PTA

Tulisan Lainnya

Oleh : Pesantren Tahfid Ar-rasyid PTA

Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jumat

Oleh : Pesantren Tahfid Ar-rasyid PTA

Manfaat puasa ayyaamul bidh: Puasa sepanjang tahun

Oleh : Pesantren Tahfid Ar-rasyid PTA

Pondok Tahfidz di Pare Kediri: bawa perubahan positif

Oleh : Sumardi Solin

MENGURAI MASALAH TANPA LELAH